Bagaimana jika sebuah novel tidak hanya bercerita tentang cinta, tetapi juga tentang perlawanan terhadap ketidakadilan gender?
Buku ini menghadirkan kajian mendalam terhadap novel Amba karya Laksmi Pamuntjak, yang mengisahkan keberanian tokoh perempuan dalam menghadapi relasi gender yang timpang. Bukan sekadar menghadapi, tetapi tokoh Amba juga menantang adanya dominasi, subordinasi, marginalisasi, hingga komplikasi yang menghiasi perjalanan hidupnya.
Melalui pisau analisis dekonstruksi Jacques Derrida, penulis menunjukkan bahwa makna gender dalam karya sastra tidaklah tunggal dan stabil. Justru di balik kisah Amba, pembaca diajak melihat bagaimana perempuan dapat hadir sebagai subjek yang berdaulat, yang berani menentukan jalan hidupnya sendiri.
Lebih dari sekadar telaah akademik, buku ini menawarkan perspektif baru tentang sastra sebagai ruang perlawanan dan refleksi sosial. Ia mengingatkan kita bahwa suara perempuan tak boleh dibungkam, dan kesetaraan gender adalah perjuangan yang senantiasa relevan sepanjang zaman.
Judul
RELASI GENDER DALAM KARYA SASTRA: REPRESENTASI, KEKUASAAN, DAN PERGULATAN MAKNA
Penulis:
Ulfa Rosyidah
ISBN:
Proses
Editor:
Sugiharti dan Hari Windu Asrini
Desain Sampul:
Riki Dwi Angga Saputro, S.Pd.
Penerbit:
Zamron Pressindo
Redaksi:
Perum Emerald Residence Blok E1 No 31
Kel. Kedanyang Kec. Kebomas Kab. Gresik Jawa Timur
Email: zamron.publisher@gmail.com
Website: zamronedu.co.id
Phone: 085731576657
All right reserved
Cetakan pertama: oktober 2025