Filsafat Disabilitas Membaca Problematika Disabilitas di Era Postmodern

Suatu bidang pengetahuan yang berlandaskan keilmuan tidak muncul begitu saja dalam ruang yang kosong. Kehadirannya berangkat dari respons terhadap berbagai persoalan yang ditemukan dalam realitas. Hal yang sama berlaku dalam kajian disabilitas, yang berkembang dari upaya untuk memahami “kebenaran” tentang disabilitas sekaligus menelusuri berbagai kondisi yang menyebabkan penyandang disabilitas mengalami eksklusi. Persoalan tersebut menjadi titik awal yang memunculkan pertanyaan-pertanyaan kritis sekaligus memantik munculnya ruang baru bagi berkembangnya perdebatan dalam ranah akademik.

Disabilitas (dis-ability) pada umumnya dipahami sebagai kondisi seseorang yang dianggap memiliki ketidakmampuan untuk melakukan berbagai aktivitas yang berada di luar batas kenormalan, yang kerap dikaitkan dengan kegagalan biologis maupun berbagai asumsi lain yang menyertainya. Dalam kerangka tersebut, normalitas merujuk pada kemampuan seseorang untuk menjalankan dan menghidupi aktivitas sehari-hari secara penuh, sebagaimana kemampuan yang dimiliki oleh orang-orang pada umumnya. Sementara itu, penyandang disabilitas dipandang memiliki gangguan (impairments) yang dianggap bersumber dari kondisi biologis sejak kelahirannya. Pemahaman semacam ini selanjutnya mendorong para akademisi untuk merumuskan istilah difabel (different ability) yang berarti perbedaan kemampuan sebagai padanan dari istilah disabilitas.

Filsafat Disabilitas : Membaca Problematika Disabilitas di Era Postmodern

Penulis :

Fengki Zaenal Abidin

ISBN :

–

Editor :

Athiful Khoiri

Desain Sampul:

Riki Dwi Angga S.

Penerbit:
CV. Zamron Pressindo

Redaksi:

Perum Emerald Residence Blok E1 No 31

Kel. Kedanyang Kec. Kebomas Kab. Gresik Jawa Timur

Email : zamron.publisher@gmail.com

Website : www.zamronedu.co.id

Phone : 081392363275

All right reserved

Cetakan pertama : Oktober 2026